College,  Life,  Study

Abirawa

Abirawa = Sebuah pelajaran (bahasa sanskerta)

Semalam sebelum dalam perjalanan pulang menuju dormitory seusai men-submit tugas-tugas yang menghantui yang dipenuhi dengan detik-detik tajam, “prosesnya belum selesai nih, jam 23.55 udah harus submit” akhirnya bisa tuntas di pukul 23.34, “submit zaaa submit” ucap dua orang temanku yang menemaniku di lab tadi malam. Lega rasanya minggu ini sudah, tugas yang terasa berat dimata kuliah yang mungkin juga terbilang “berat” usai sudah. Senyum jelas tergambar diwajah. Memutuskan untuk lanjut sekolah lagi juga berarti harus siap dengan resiko-resiko yang akan dihadapi, porsi tidur yang kurang contohnya. Bukan berarti tugas yang dijadikan kambing hitamnya, tapi diri sendiri yang mungkin dirasa kewalahan dalam menentukan prioritas.

Diperjalanan menuju dormitory ingatanku bersama teman se-labku kembali ke tahun pertama kami saat mengambil satu mata kuliah yang juga tergolong “berat” saat seorang temanku yang baru semester ini masuk dan mengambil mata kuliah yang sama dengan kami berdua. Ditemani angin late autumn ini dimulailah percakapan kami;

Iza: Heee aku tadi ngakak dong, kan aku ngerjain tugas, processing-ku lama kan, yaudah kutinggal pergi makan es krim sama Tika sama Ica. Ada sejam kali kutinggal, hee balik-balik belum kelar dong processing-nya.
Bella: kamu dilab sendiri za?
Iza: pagi aku bareng Mike, terus Mike pulang jam 11 gitu. Nahh sore pas pulang dari makan es krim aku udah ada Boyi, terus dia ngomong “Hii, I’m alone. Nobody in here and I saw your pc I guess you working on your assignment” ku jawab lah yes boy, Digital photogrammetry assignment. Habis itu anaknya ngangguk-ngangguk aja. Terus kan aku ngelihat pc ku lagi kan, ehh masih kudu nunggu 45 menit lagi processing-nya terus aku ngomong gini dong “Ya Allah, processing lagii ya Allah sambil mijet-mijet kepala aku, terus tetiba Boyi ngomong “Is that fourier transform?, because your reaction remember me about your asignment one year ago” ngakaaak dong kita habis itu berdua
Bella: (ngakak) jadi ingat setahun yang lalu kan ya.
Tika: (mulai panik) lah fourier kenapa?
Bella: Aku sama iza butuh waktu dua minggu buat ngerjainnya dan waktu itu teaching asistantnya Boyi itu.
Tika: Wah lama ya, aku deadline tanggal 27 bulan desember ini nih, wah berarti kudu mulai ngerjain ini (panik menyerang)
Bella: dan kamu tau? Kocaknya nih ya transform itu kan processing-nya kan lama tu, nah kita yang udah ngerjain dua minggu itu di hari waktu nge-submit si iza gak muncul tu hasil yang diharapkan, dah mulai panik dia. Sampe orang-orang dilab udah pada turun tangan ngecek kodingan-nya si iza.
Sampe Boyi si teaching assistant aja turun tangan tu ngecek kodingan-nya, aneh ini ngga ada yang janggal kodingan-nya udah bener nih tapi kok hasilnya gini ya, dan kamu tau tik ternyata ohh ternyataa kodingan-nya itu cuma lupa naruh “float” lupaaa dia tik, float doang tapi sampe bikin satu lab geger.
Iza: (ngakak puas) habis itu puncaknya nangis kan ya,
Bella: terus lagi jadwal submit itu kan 23:55 ya, nah aku udah bilang tu. Za submit za udah mau 23:55, terus pas aku udah submit ku lihat dia tu ke-mejanya kan ya. Lhoo zaaa kamu belum submit ini sudah 23:57 lhooo. terus dia jawab gini “lhooo bel? Kan 23:59 Kan ya?” 23:55 izaaaa, habistu dia nangis dong.
Iza: Iyaaa gimana ya bel kita sudah berusaha 2 minggu kan yaa.
Bella: Iyaa walaupun ending-nya dapat nilai 66 kan yaaa, kita dapat 66 tika nilai paling rendah dalam sejarah mata kuliah itu.
Iza : Itu grafiknya langsung jeblos kan ya, dari nilai 95 keatas, bahkan bella dapat 100 lho di tugas pertama,  terus deng-deng-deng turun ke 66.
Bella: (ngakak) 66 yaaa zaak.
Iza: Iya bel, ngakak ya kalo diingat sekarang padahal dulu rasanya itu udah sangat-sangat terbebani ya bel.
Tika: (panik mulai naik ke level 2) wah, ku harus segera mengerjakannya ini. Deadline-ku banyak sekali dibulan desember ini.
Iza dan bella: (hanya tertawa)

Kemudian kami melanjutkan berjalan menuju dormitory yang telah hampir sampai sembari merapatkan jaket, angin mulai terasa sangat dingin. Tanda musim gugur ini akan berakhir dan musim dingin akan segera menyapa. Setahun lengkap sudah perjalanan melanjutkan sekolah ini dimulai, semester tiga pun sudah hampir selesai bagiku dan bagi Bella sahabat seperjuangan di lab ini tahun terakhirnya, semester empatnya, mungkin ini juga semester terberatnya masa dimana thesis menyerang, persiapan oral defens-nya, pergulatan batinnya untuk menampilkan yang terbaik. Tulisan ini kudedikasikan buat penyemangatmu, ingat saja cerita kita tentang Fourier Transform, tentang mata kuliah “itu” terasa berat bukan? Tentang tangis yang saat itu juga yang terasa sangat sedih sekali, ingat saja masa-masa itu. Sehingga masa beratmu kali ini mungkin akan menjadi bahan canda tawa kita kembali seperti tadi malam.

“Semangat menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai, semoga segala kesulitanmu menjadi berkah tidak hanya untuk dirimu tapi orang-orang disekitarmu”

Dewinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: