Writing

Ke-limpung-an

Aku sibuk berkelana, 

menuju pemikiran-pemikiran yang sibuk,

berlari kesana dan kemari hadir dalam pikiran yang sama kacau.

Detak-detik jam kerap seperti belati mendukungku mati dalam setiap gerak,

pembagian-pembagian yang mustahil mulai terasa menyesak-kan dada.

Apa daya jiwa yang sering berkelana ini,

terombang-ambing dalam linglungnya jati.

Segala upaya yang kaku kedinginan

Untuk jiwa yang terasa lelah cukupkan saja semuanya.

Semampunya.

Pukul dua belas dimalam hari, 

Sudahi…

Peluk jiwa yang dilanda keraguan-keraguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: