Life,  Study

Kuliah lagi? Kerja? atau… Menikah?

Congraduation !!!

Lanjut kuliah? Kerja ? atau menikah..?

Bulan Agustus biasanya merupakan bulan dimana orang-orang banyak yang nge-post foto-foto dengan menggunakan toga bersama keluarga atau bahkan ada yang disematkan selempang cumlaude. Wisuda namanya, momen yang ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa dan mahasiswi dengan amat teramat sabar dengan perjuangan mengerjakan skripsi/tugas akhir yang dialami dengan cara-cara berbeda.

Momen ini pasti sangat-sangat berharga, bagaimana tidak ? wisuda merupakan ajang penghargaan seorang mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Acara ini banyak menghadirkan orang-orang terdekat seperti, keluarga, sahabat atau bahkan mungkin sang pacar (kalau punya sih :p). Canda tawa, pelukan, senyuman, hadiah-hadiah kecil pastinya akan meramaikan acara ini.

Cerita punya cerita, saya lulus pendidikan sarjana strata satu di bulan Desember pada tahun 2017 dan wisuda dibulan Januari 2018. Untuk meraih gelar sarjana teknik saya membutuhkan waktu 4 tahun 4 bulan, lama kah? lumayan apalagi melihat beberapa teman-teman seperjuangan yang sudah lulus di bulan November kemarin. suka, duka, penuh drama di saat genting menyelesaikan skripsi, dengan segala embel-embel data yang kacau dan tingkat kemalasan merajalela tapi, I’m not a person who blamed about my mistake but I’m learning about that.

Krisiskah saya menentukan pilihan setelah wisuda ?

Tidak.

Beruntungnya saya memiliki orang tua yang memiliki pemikiran demokratis, memberikan anaknya mengambil keputusan akan pilihan-pilihan tapi,  ada petuah-petuah yang mengelilinginya. Keputusan untuk mengambil studi master atau kerja bahkan menikah, semua di diskusikan dengan hati dan pikiran yang lapang dan memuaskan segala pihak  *rasa rapat paripurna wkwk. Yaa, begitulah saya  dengan semua  pilihan-pilihan yang saya ambil.

Beratkah menentukan pilihan ?

Tidak, jika sudah memiliki target atau planing yang dituju.

Seperti itulah pilihan saya jatuh, pilihan untuk melanjutkan studi master. Langkah demi langkah saya lakukan, dimulai dari informasi universitas yang ingin dituju, skor TOEFL/IELTS yang harus dimiliki, skor TPA, rancangan study  plan dan bahkan rencana thesis yang akan diambil. Semua saya lakukan setelah wisuda, tanpa jeda.

Sempat datang perasaan sedih dimana teman-teman mulai meninggalkan Tembalang, Semarang memulai kehidupannya yang baru. Semua orang pergi tapi saya tinggal bersama kenangan. Sebagian memulai kehidupannya yang baru dengan pekerjaan, sebagian memulai untuk mencoba kehidupan baru dengan menikah, dan saya tinggal dengan cara yang lain pula, mencoba bertahan dengan pilihan yang saya ambil.

Memang kehidupan seseorang terkadang satu langkah didepan kita, tapi bukan kita yang tertinggal hanya saja waktu yang belum memberikan kita jalan untuk melangkah, Tuhan selalu punya rencana atas makhluk-Nya.

Krisis pilihan memang sering terjadi, ragu terhadap pilihan. Apakah tepat memutuskan untuk bekerja? Melanjutkan studi? atau menikah? Semua pertanyaan-pertanyaan atas pilihan-pilihan itulah yang membawa kita kepada jawaban-jawaban yang dimasa depan.

Tidak ada hal yang salah dalam ketiga pilihan itu, hanya saja langkah apa yang harus dilakukan untuk meraih pilihan-pilihan itu. Seseorang yang ingin belajar lebih mungkin akan memutuskan untuk melanjutkan studinya. Seseorang yang ingin memiliki jenjang karir akan memilih bekerja dan menambah pengalaman kerjanya. Seseorang yang ingin menikah karena memiliki alasan yang kuat dan mendasar tidak hanya sekedar mengikuti trend menikah muda, tetapi lebih dari itu maka akan mengikat janji dengan pernikahan.

Terlepas dari semua pilihan itu adalah bagaimana cara bertanggung jawab atas pilihan kita sendiri. Walaupun pilihan itu akan membawa kita kejalan yang lurus atau berkelok-kelok untuk menuju tujuan.

Jadi, jangan pernah ragu dengan pilihan-pilihan itu. Yakinkan diri sendiri apakah pantas dan layak untuk langkah yang diambil dan juga kita sebagai manusia hanya bisa berencana dan berusaha jadi lakukan semaksimal mungkin biar Tuhan yang tunjukkan hasilnya.

Cheers,

-dewinta

One Comment

  • Archita

    Selamat menempuh hidup lama yg naik level kak Za! Mungkin sama spt game yg naik level advantagenya makin banyak tapi musuhnya makin susah ya haha. Semoga bisa nyusul kak Za kuliah di luar haha. Goodluck kuliahnyaa wish u all the best. Much love<3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: