Creative,  Writing

Di Persimpangan Jalan

Kau sering bertanya jalanan mana yang akan sering kutapaki

Jalan-jalan yang lurus itu atau jalan yang berkelok-kelok?

Aku tak suka keduanya jawabku, kau pun bingung dengannya.

Kudengar kau menghela nafas, firasatku kau tidak mengerti.

Kita seperti itu, ntah bagian jalan mana yang akan kita tempuh

Kaki-kaki kita membawa ketempat-tempat yang sering kali tidak kita duga.

Entah itu sebagai jawaban atau bahkan sekedar pengharapan

Seperti itulah definisi jalan bagiku.

Kau sekali lagi dibuat bingung dalam jawabku.

Untuk apa berjalan jika pada akhirnya hanya memberikan ketidakpastian

Tanyamu kedua kalinya

Senyumku menjawab pertanyaanmu

Lebih baik mencoba berjalan daripada enggan mencoba

Entah itu jalan lurus ataupun berkelok

Sebagian manusia kerap pesimis dengan pengharapan

Sebagian manusia kerap bertahan dalam pengharapan

Kau bingung?

Giliranku menghela nafas.

Kau tau mungkin jalan bagimu hanya sekedar jalan

Bagiku jalan adalah tempat untuk menuju..

Kau hening

.

.

.

Menujumu

Walau sering yang kutemukan hanya jalanan bertapak tanpa arah.


-dewinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: